Kamis, 31 Desember 2009

09 to 10


biarkanlah jejak-jejak langkah yang tertinggal ini menjadi cermin untuk melanjutkan perjalanan di tahun yang baru, semoga matahari 2010 lebih cerah dari tahun 2009....

Selasa, 01 Desember 2009

kereta terakhir

Tepat pukul 17.45 Argo Gede meninggalkan Stasiun Gambir. Tak seperti biasanya yang selalu meninggalkan harapan untuk kembali, seperti seorang ayah yang akan pulang untuk menemui anak dan istrinya setelah bertahun menunaikan tugas, namun derit kereta api yang menuju arah Bandung kali ini seperti malaikat pencabut nyawa yang membawa pergi jiwaku. Jauh...jauh...dan jauh ke alam lain untuk tak kembali lagi ke duniaku. ....

lenyap

ketika seharusnya kebahagiaan itu bisa kupetik namun kini kembali tinggal bayangan. semakin berat kaki ini untuk dilangkahkan, semakin renta badan ini untuk dijalankan, kemana hilangnya semua kekuatan yg dulu ada.....?

Sabtu, 22 Agustus 2009

Lost in Paradise

beberapa waktu lalu mencoba menjelajah pulau bali. dalam waktu 3 hari memang belum seluruh pulau dewata itu terlalui. inilah catatan perjalanan itu.....

Sabtu, 30 Mei 2009

pesona madura

Madura. Barangkali bayangan kita langsung tertuju pada sosok lelaki berbaju dan bercelana hitam komprang lengkap dengan kaos garis-garis merah serta membawa senjata clurit dan tampang yang sangar. Atau mungkin kita membayangkan sebuah daerah yang gersang dan panas dengan hanya hamparan tanaman jagung di kanan-kiri jalanan yang kita lalui.
Barangkali apa yang ada dalam pikiran kita itu tidaklah salah, namun bukan berarti benar 100 persen. Lho....lalu?
Selama ini citra Madura di media massa sebagai penghasil jagung maupun garam tentu memiliki iklim yang panas sementara sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tak segan mengadu nyawa untuk membela diri semakin mempertebal kesan-kesan itu.Namun mengikuti perjalanan Menteri Pertanian Anton Apriyantono selama 21-22 Mei 2009 lalu ke pulau yang terkenal dengan Karapan atau balapan Sapi nya itu sungguh membuat luntur seluruhan banyangan yang melekat selama ini tentang Madura tersebut, bahkan yang ada hanyalah kekaguman terhadap pulau itu. Kamis pagi, pelabuhan Ujung Surabaya telah ramai dengan aktivitas penyeberangan. Pulau Madura yang dipisahkan dengan Pulau Jawa oleh Selat Madura itu tak menghentikan hilir mudik warga pulau tersebut yang hendak ke Jawa ataupun sebaliknya. Dengan menaiki kapal fery perjalanan melintasi selat tersebut hanya menempuh waktu sekitar 30 menit untuk mencapai pelabuhan Kamal di Bangkalan Madura.
Singgah sejenak di Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan, kemudian rombongan mengawali perjalanan menuju Desa Langkap Kecamatan Burneh Bangkalan untuk melihat keberhasilan peternak sapi Madura. Kabupaten Bangkalan yang merupakan wilayah paling barat Pulau Madura memiliki dua komoditas hortikultura unggulan yakni Melati Ratoh Ebuh dan Salak Kramat.Melati Ratoh Ebuh yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian melalui Keputusan Mentan no 515/2005 banyak dihasilkan di Kecamatan Burneh dengan luas tanaman 17,03 ha dan luas panen 17,03 ha serta produksi 0,34 kg/meter persegi.
Menurut catatan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangkalan, produksi Melati Ratoh Ebuh yang memiliki aroma sangat harum dan warna putih bersih itu pada 2009 sekitar 57,91 ton.Perjalanan hampir dua jam itu ditempuh tanpa rasa bosan karena sepanjang kanan kiri jalan terlihat pohon-pohon asam yang sudah berumur tua masih tegak berdiri, sesekali diselingi dengan hutan jati.

Dari Desa Langkap kami menuju Pondok Pesantren Al Hamidiyah di Kecamatan Konang yang merupakan wilayah paling timur kabupaten Bangkalan dan berbatasan dengan Kabupaten Sampang. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Desa Tombaru Barat, Kecamatan Ketapang untuk melihat perkebunan jambu mete. Sayang sekali pada saat itu sedang tidak musim jambu mete sehingga kami tidak bisa merasakan segarnya buah yang juga disebut jambu monyet itu. Namun melihat pepohonan berusia di atas 30 tahun itu sungguh mengesankan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Taruna Tani M.Sira mengungkapkan biji mete selain untuk konsumsi juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar alternatif yakni bioethanol dan biopremium.Selain itu minyak dari kulit biji mete juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan cat, pelumas, kompos atau pupuk organik baik padat maupun cair.Harga biji mete tergolong tinggi yakni Rp8.000/kg untuk yang belum dikupas sedangkan yang telah dikupas kulitnya mencapai Rp60.000/kg.
Kami melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sumenep. Perjalanan menuju kabupaten yang memiliki keraton ini sekitar satu setengah jam menempuh jalur pantai utara Madura. Tak disangka ternyata pantai-pantai di kawasan ini cukup mempesona dengan keindahan alam dan suasana yang tidak terlalu ramai sehingga air di pantai masih kelihatan jernih kebiruan. Suasana yang sudah memasuki senja semakin menambah keindahan nuansa alam sepanjang pantai utara Madura.
Malam hari rombongan menginap di Kabupaten Sumenep. Pagi hari perjalanan berlanjut untuk melihat pabrik pupuk organik di Desa Saronggi. Namun sebelumnya kami sempat mengunjungi pemakaman raja-raja Sumenep, Astana Tinggi. Kompleks pemakaman yang terletak di atas bukit itu bangunannya masih terlihat berdiri megah, meski tak bisa dipungkiri gurat-gurat ketuaan terlihat pada tembok-tembok yang sudah mulai mengelupas. Sepanjang kiri-kanan jalan menuju ke makam utama Astana Tinggi akan terlihat kompleks-kompleks makam kuna yang sebenarnya layak untuk dijadikan tujuan wisata.
Perjalanan kemudian berlanjut untuk menuju kebun Buah Naga yang ada di Desa ROmbesan Kecamatan Pragan, masih di Sumenep. Menurut pengakuan seorang petani buah naga, keistimewaan buah naga dari Madura yakni dari segi rasa lebih baik dibandingkan produk serupa dari wilayah lain.Fitriah, petani buah naga di Desa Rombesan mengakui, pada 2006 penjual dan pembudidaya buah naga di tempatnya masih sedikit sehingga dirinya bisa mengantongi pendapat Rp800.000-Rp1 juta per hari dari berjualan komoditas tersebut. "Namun saat ini sudah berkurang banyak karena penjualnya juga semakin banyak," katanya.Meskipun demikian, perempuan itu mengaku, permintaan buah naga tak pernah surut bahkan dirinya selalu kehabisan persediaan hanya untuk melayani penjualan di pinggir jalan.Hujan sempat mengguyur wilayah ini di tengah kegiatan temu wicara Menteri Pertanian dengan petani buah naga. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pamekasan. Perjalanan sekitar 1 jam 30 menit itu melalui pantai selatan Madura yang terdapat pohon siwalan, sejenis aren. Setelah Sholat Jumat di Mesjid Agung Pamekasan yang berlokasi tepat di tengah kota di samping alun-alun, kemudian menuju pendopo Pemda untuk berdialog dengan petani, penyuluh maupun unsur masyarakat lainnya.
Desa Camplong yang merupakan sentra jambu Camplong di Kabupaten Bangkalan sebagai tujuan terakhir rombongan melakukan perjalanan di Pulau Madura. Dua malam di Pulau Madura ternyata telah merubah bayangan kami terhadap pulau yang dijuluki Pulau Garam itu. Madura ternyata tidak hanya merupakan penghasil jagung maupun garam namun juga memiliki potensi pertanian lainnya.
Tak hanya keindahan alam dan beragamnya potensi pertanian namun kerajinan batik maupun ukiran serta penduduk yang ternyata tidak segarang jawara-jawara di televisi bahkan tak sedikit wajah-wajah nan indah terlihat dengan senyumnya membuktikan bahwa Madura ternyata memiliki daya eksotika yang masih tersimpan selama ini.


















Sabtu, 16 Mei 2009

gorontalo-manado

Hari masih siang ketika pesawat yang kami tumpangi dari Jakarta tiba ke bandara Gorontalo, tepatnya sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Itulah awal perjalanan kami menjelajahi sebagian kawasan pulau Sulawesi selama empat hari dari 13-16 April 2009.
Dari Bandar Udara Djalaludin kami berenam yakni Antara, AgroIndonesia, Republika, Sinar Tani, Pikiran Rakyat dan Sinar Harapan menuju ke Kabupaten Pohuwatu untuk bergabung dengan rombongan Menteri Pertanian yang sudah terlebih dahulu di sana.
Tanpa melalui hambatan yang berarti, perjalanan darat dari Gorontalo ke Pohuwatu ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam atau sekitar pukul 16.00 waktu setempat kami bertemu dengan rombongan wartawan yang sejak 9 april sudah mengikuti rally Mentan dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah.
Akhirnya tongkat estafet diserahkan ke rombongan kami untuk mengikuti perjalanan Menteri Pertanian etape II dari Gorontalo hingga Manado Sulawesi Utara.
Ada yang unik di Kabupaten Pohuwatu yakni tempat Mentan menggelar acara adalah di sebuah pondok pesantren yang cukup besar dan terkenal (banyak santri yang bahkan berasal dari Jawa) namun lokasinya di wilayah masyarakat transmigran asal Bali yang notabene kebanyakan beragama Hindu. Hal itu terlihat dari sepanjang kanan kiri jalan yang banyak terdapat bangunan Pura. Pohuwatu sebuah kota kecil untuk mencari penginapan yang layakpun harus berputar-putar hingga akhirnya kami mendapatkan penginapan yang cukup istemewa yakni bercampur dengan kandang ayam...hee..hee..hee.
Tanpa dengan Menteri Pertanian, karena dia harus balik ke Jakarta, setelah ada panggilan Presiden, hari kedua perjalanan dimulai dengan meninjau sawah di Desa Duhiadaa untuk kemudian meninjau pusat pembibitan ternak sapi potong di UPTD dengan pimpinan Kabadan Litbang Gatot Irianto.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan dari Gorontalo menuju ke Kabupaten Bolang Mongondow Utara wilayah Sulawesi Utara. Menuju kota ini kami baru merasakan benar-benar melakukan penjelajahan. Menyusuri wilayah Sulawesi yang masih berhutan-hutan, sesekali melewati padang serta kawasan-kawasan pemukiman penduduk dengan kondisi jalan yang kadang lurus namun tak jarang berkelok-kelok menembus pegunungan dengan guyuran hujan serta sempat terhadang tanah longsor.
Sampai Bolmut sudah menunjukkan pukul 22.00 lebih waktu setempat dan masih ada pertemuan dengan dinas setempat. selesai pertemuan saatnya istirahat dan menuju ke penginapan. kami berharap mendapatkan kamar yang lebih baik dari hrai pertema. Setelah berjuang dan susah payah mencari penginapan akhirnya dapatlah hotel Endang Rahayu, yang ternyata.... jauh banget dari "rahayu" (bc: bawah standar) .
Bangunan penginapan itu seperti rumah2 koboi di film2 western, dari kayu dan berlantai dua, tempat tidurnyapun yang bertingkat dan di kamarku ada tiga. sedangkan untuk mandi dikamar mandi luar harus antri. Mungkin karena capek menikmati perjalanan, tidur di "barak" dan dengan banyak nyamuk serta bau apak, tak begitu dirasakan hingga pagi menjelang.
Dari Bolmut paginya perjalanan dilanjutkan ke Minahasa Selatan untuk melihat kawasan hortikultura, tepatnya perkebunan kentang, di Mondoinding. Pemandangan kiri kanan jalan yang mempesona membuat hati berdecak kagum dengan keindahan sebagian wilayah Indonesia ini. Danau Matoaa bagai seorang puteri yang belum terjamah lelaki, begitu anggun dengan ketenangan dan kejernihan airnya, hijau hutan sepanjang tepian danau menambah keanggunannya. Usai melewati danau segeralah nampak perkebunan sayur seperti bawang merah, kentang maupun kol yang menghampar luas ganti berganti bagai rangkaian karpet tergelar di kaki pegunungan hingga sampailah kami ke wilayah sentra produksi kentang di MOndoinding. Ah...ternyata tak hanya pesona alam Minahasa Selatan yang memancarkan nuansa bening namun juga dari kemolekan paras wajah berkulit putih masyarakatnya yang sudah terkenal sejak dahulu. Tak heran jika mata kami tak pernah berkedip dan mulut tak henti berdecak kagum setiap melihat "keindahan-keindahan" melintas di depan kami.

Usai dari Mondoinding Minsel perjalanan dilanjutkan ke kawasan danao Tondano. Sayang sekali sampai di danao yang amat terkenal itu hari sudah malam sehingga keindahannya kurang terpancar dan tak bisa kami nikmati saat menghabiskan waktu santap malam. Dari Tondano kami menuju ke Manado untuk menghabiskan malam terakhir dari perjalanan di Sulawesi, sekitar pukul 24.00 sampai ke tempat penginapan. Syukurlah di malam ke tiga ini kami bisa tidur di ranjang yang lebih empuk dan nikmat dari malam-malam sebelumnya (Ya iyalah kan di hotel berbintang..hee..heee).
Karena jauh dari pusat kota dan sudah terlalu malam, plus capek akhirnya malam itu kami habiskan dengan tidur sepuasnya, apalagi besuknya acara juga tidak terlalu pagi, jadi bisa agak santai. Paginya......nikmati pemandangan pantai nan biru di belakang hotel. Begitu indah! Air yang masih jernih, pasir yang bersih serta langit yang membiru membentuk nuansa nan alami di lokasi tersebut. Siang konpers dengan Menteri Pertanian di sebuah rumah makan dengan latar belakang pantai. Sekitar pukul 14.00 kami meninggalkan Manado untuk kembali ke dunia nyata di Jakarta.

Minggu, 12 April 2009

kesetiaan dua makhluk

kesetiaan dan kasih sayang tidak mengenal perbedaan makhluk. antara manusia dan binatang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan setia. seekor anak anjing pun bisa tetap setia menunggu pemiliknya yang sedang bertemu dengan kekasihnya, sedangkan sang pemilik menunjukkan kasih sayang kepada anjing peliharaannya dengan membersihkan kutu2nya.

ini terjadi di stasiun Jatibarang Indramayu Jawa Barat beberapa waktu lalu

Kamis, 09 April 2009

Pemilu

hari ini bangsa Indonesia menggelar pesta demokrasi alias pemilihan umum (pemilu). berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini tidak lagi mencoblos tapi nyontreng atau nyenthang alias check list.....

Selasa, 31 Maret 2009

kembali

kembali aku harus
aku harus kembali
haruskah aku kembali

akhir maret

target2 yang aku tetapkan belum terwujud padahal 2009 sudah berlalu tiga bulan, mesti di tindaklanjuti lagi nih....

Minggu, 29 Maret 2009

caringin tilu

Caringin Tilu dalam bahasa Sunda berarti beringin tiga, merupakan sebuah kawasan bebukitan di kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Cimenyan. Sebagai tempat wisata jika dibandingkan Lembang di Bandung Utara atau Ciwidey di Bandung Selatan mungkin Caringin Tilu masih kalah pamor, namun sepertinya obyek wisata yang satu ini bisa jadi memiliki potensi sebagai salah satu tujuan wisata di tanah parahyangan ke depannya.
Kawasan Caringin Tilu sebenarnya memang bukan merupakan obyek wisata dalam artian benar-benar tempat berwisata seperti Tangkuban Perahu, Air Terjun Maribaya, Gua Dago, Kawah Putih Ciwidey ataupun Situ Patenggang yang benar-benar memiliki obyek untuk dikunjungi dan dilihat. Caringin Tilu hanyalah tempat nongkrong anak muda di bawah pohon beringin yang letaknya di pinggir kawasan perkebunan hortikultura.
Untuk menuju Caringin Tilu tidaklah sulit. Melalui jalan Padasuka, dekat terminal Cicaheum, selanjutnya tinggal menyusuri jalanan tersebut sampai kecamatan cimenyan hingga akhirnya tampak sebatang pohon beringin yang cukup besar di pinggiran bukit dengan ketinggian.....sepanjang perjalanan menanjak menuju pohon beringin tersebut akan disuguhi bebukitan yang dipenuhi tanaman sayuran serta akitivitas petani memelihara tanamannya.












Sesampai di kawasan yang disebut Caringin Tilu, terdapat warung-warung makan, yang sekaligus tempat duduk-duduk bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam pegunungan maupun menyaksikan kota Bandung dari ketinggian. Banyak muda-mudi, anak-anak maupun orang tua yang sengaja mendatangi tempat itu untuk sekedar refreshing sambil menikmati jajanan yang ada di warung-warung terbuat dari bambu dan papan tersebut.

Karena perut dah lapar apalagi memang waktu juga sudah siang, kami mencoba mencari makan di salah satu warung. Oleh pemilik warung ditawari menu makan siang berupa nasi merah, pepes ikan dan ayam, daun singkong yang direbus, tentu saja dengan sambelnya, serta tempe bacem.
Wah ternyata nikmat sekali menikmati makanan ala desa tersebut di tengah suasana pegunungan. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp39 ribu untuk berdua, sudah kenyang sekali. Setelah menikmati makan siang kami menuju lebih ke atas, untuk melihat pohon beringin satunya lagi, namun di situ tidak terlalu ramai. akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi refreshing di Caringin Tilu dan kembali ke Bandung, terus pulang ke Jakarta.

Senin, 16 Februari 2009

celana dalam

Dulu celana dalam (laki-laki) bentuk dan modelnya sangat
sederhana yakni seperti segitiga sama sisi dengan warnanya
hanya satu yakni putih harganyapun relatif murah.


Namun saat ini, coba lihat celana dalam yang dipajang di
toko-toko pakaian, wah bermacam-macam bentuk deh, mulai dari
yang klasik, yakni segitiga sama sisi, yang model celana tinju
(trunk), gulat, hingga yang disebut G string, hanya bagian
depan yang ditutup sementar belakang terkait dengan seutas
tali. Begitu juga warnanya mulai dari yang polos putih, merah,
biru, hitam, hingga berwarna-warni dan mengikuti trend
berkembangan mode. Harga celana dalam kini tidak lagi murah
namun ada yang melebihi harga sepotong baju.



Tapi kenapa tiba-tiba saya ngomongin celana dalam? apakah
saya kolektor "segitiga pengaman" itu atau bahkan penjual
barang yang kini wajib bagi lelaki itu (perempuan juga ding!).



Bukan itu semua alesannya, tapi saya hanya ingin
menceritakan temen saya yang mengeluh kalau dia sepertinya
hanya sekedar celana dalam buat pacarnya, nah lho?? maksudnya?



Sejak dulu fungsi dan kedudukan celana dalam tidak pernah
berubah, baik yang bentuknya klasik maupun mengikuti
perkembangan mode, maupun yang harganya Rp10.000 tiga potong
hingga yang Rp100.000 satu lembarnya.



Seberapa bagus modelnya, seberapa ngetrennya ataupun
seberapa mahalnya celana dalam seseorang, tapi kedudukannya
tetap di dalam. Pakaian yang satu ini tak pernah diletakkan di
luar, kenapa? selain dikira sudah tidak waras, orang yang
mengenakan celana dalam diluar juga bisa dibilang tidak tahu
malu. Jadi artinya celana dalam merupakan salah satu bagian dari
"kemaluan" kita sehingga dia harus ditutupi rapat-rapat,
kecuali orang itu sudah tidak tahu malu ataupun tuli telinganya
terhadap ejekan orang-orang yang melihatnya.

Buat pemakainya, celana dalam memberikan kenyamanan dan kenikmatan, kalo ga percaya coba saja gak usah pake, pasti dikit-dikit akan membetulkan letak si "buyung", ataupun menarik- narik celana kita karena kegerahan dan kegelian.



Tak hanya itu, celana dalam juga berfungsi memberikan
perlindungan dari gesekan pangkal paha kita dengan celana luar
yang bisa saja mengakibatkan luka, karena bahannya jins atau
dari kecelakan tercepit resleting. itulah kenapa dinamakan segitiga "pengaman".



Lalu apa hubungannya dengan temanku--sebut saja Alex--yang
merasa dianggap celana dalam sama pasangannya?. Alex boleh dibilang tidak muda lagi, karena usianya dah kepala empat. Dia memiliki orientasi seksual yang berbeda dengan lelaki pada umumnya kebetulan pula dia sudah memiliki
pasangan yang usianya jauh dibawahnya...sekitar 20 tahun.



"Maksudnya kamu seolah-olah hanya sekedar celana dalam apa
Lex," tanyaku ketika dia menyampaikan keluhannya kepadaku.



"Kamu tahu kan kalau orang tuh malu ketika kelihatan celana dalamnya, meskipun harganya selangit, atau bisa jadi celana dalam itu barang kesayangannya," ujar lajang yang sudah lima tahun ini satu kost dengan ku. "iya, terus hubungannya ma pacarmu?" sambungku.



"ih..punya temen satu aja kok bego amat sih," Alex mulai
sebel mendengar pertanyaan2ku.



"hee..hee..hee gitu aja ngamuk, sensi banget!" ujarku.



Alex kemudian cerita panjang lebar, tentang hubungannya dengan pasangannya. Menurut dia, selama ini pacarnya selalu menyembunyikan keberadaan dan eksistensinya. Pacarnya tak ingin hubungan dengan dirinya diketahui teman-teman mereka dengan alasan takut reputasi, nama baik atau apapun istilahnya bisa hancur dimata umum juga sampai ketahuan jati dirinya.



"Gak salah kan alasan pacarmu itu," tanyaku menukas. "
apalagi jarak usia kalian terlalu jauh, terang saja dia ga mau
mengekspos hubungannya dengan kamu."



"Aku sih bukannya mo dipamerin gitu, aku juga tidak ingin
merusak nama baik dia," ujar Alex pelan.



"Terus, maumu seperti apa," kataku lagi.



"Dia bisa menceritakan pengalamannya, aktivitasnya, bahkan
kekagumannya kepada lelaki lain lengkap dengan menyebut
namanya, tapi dengan kekasih sendiri kenapa tidak bisa?"
ucapnya.



"Mungkin yang dia sebut itu temen-temennya. Atau kalau
tidak ya karena seusia dia, jadi tidak akan mencemarkan nama
baik dia kan?" lanjutku. "lagian untuk apa sih terlalu
memikirkan hal seperti itu. Yang penting dia mencintai kamu
dengan tulus."



Alex hanya diam. Mungkin dia sedang berpikir dalam hati
apakah lebih baik menjadi celana dalam kesayangan atau menjadi
gelang yang hanya sekedar aksesoris sesaat untuk dipamerkan ke
orang lain.



"Sudahlah, kamu harus bangga masih bisa memberikan rasa
nyaman dan kehangatan, masih bisa melindungi dirinya, meskipun
hanya di dalam," kataku sok bijak.


Tiba-tiba terasa bau gosong menyengat hidung. "Setrikaanku....." teriak Alex sambil berlari menuju kamarnya yang tak jauh dari kamarku. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar sambil menunjukkan celana dalam kesayangannya yang sudah bolong dan gosong karena kelamaan menahan strika yang masih menyala....!

Kamis, 12 Februari 2009

angel

Lelaki bersayap, sosok ini begitu membuat aku terkesan. tidak tahu kenapa, setiap aku melihat gambar, patung ataun apapun benda yang berbentuk malaikat tersebut ada rasa senang. aku jadi ingin mengoleksi patung ataupun souvenir2 berbentuk malaikat....

Rabu, 11 Februari 2009

cinta dan nyawa

Cinta laksana nyawa manusia. ketika manusia sedang dalam kebahagiaan, hidupnya penuh dengan kegembiraan, keceriaan, memiliki harta berlimpah maka dia ingin hidup untuk selama-lamanya. Saat dihadapkan pada kematian, dia mencoba untuk menghindarinya sejauh mungkin bahkan dia tak kan rela jika malaikat maut meminta nyawanya untuk diambil. Nyawa adalah harta yang sangat berharga bagi manusia dan dia berusaha untuk melindunginya dengan cara apapun agar bisa dimilikinya hingga ujung waktu. Namun ketika manusia sudah dalam penderitaan, hidup dalam kesengsaraan dalam waktu yang sangat lama seringkali hidup bukanlah hal yang mewah lagi, bahkan kematianpun dia relakan karena dengan hilangnya nyawa dari tubuh maka lenyaplah sudah penderitan dan kesengsaraan yang dialaminya di dunia. Bahkan ketika Tuhan masih memberikannya hidup sekalipun manusia justru meminta agar nyawanya segera diambil agar lepas segala derita dan sengsara yang membelenggunya. Karena selama raga masih menyatu dengan nyawa maka sakit, derita, sengsara akan dirasakannya. Begitu juga dengan cinta, ketika kita masih merasakan kebahagiaan dengan cinta yang kita alami maka kehilangan cinta merupakan penderitaan yang amat sangat dirasakan. Kita ingin Tuhan memberikan kesempatan untuk selalu bersamanya melewati hari-hari yang bahagia, kita tak mau kehilangan dia sedetikpun. Cinta sudah seperti nyawa bagi manusia, akan mati sepertinya jika kita kehilangan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Namun ketika cinta sudah membawa penderitaan bagi kita, kenestapaan bagi pasangan yang mencinta, seperti halnya nyawa, kita rela jika itu dicabut. selama cinta masih ada maka penderitaan itu masih akan terasakan, oleh karena itu jika kematian adalah pintu terbaik untuk melepaskan diri dari penderitaan, begitu juga melepaskan diri dari cinta (yang menyengsarakan) adalah jalan terbaik untuk memperoleh kembali kebahagiaan. Mungkin hal itulah yang dirasakan oleh pasangan yang akhirnya memutuskan bercerai karena cinta tidak lagi memberinya kebahagiaan sehingga semakin lama dipertahankan justru semakin lama ketidakharmonisan yang akan dialami, sama seperti manusia yang diujung kematian, semakin lama nyawanya tetap menyatu dengan raganya maka semakin lama pula deritanya.

Lettre De George Sand A Alfred De Musset

Venise, 12 mai 1834

Non, mon enfant chériCes trois lettres ne sont pasLe dernier serment de main de l'amant quitte
quitteC'est l'embrassement du frère qui te resteCe sentiment là est trop beau, trop pur et trop
douxPour que j'éprouve jamais le besoin d'en finir
avec luiQue mon souvenir n'empoisonne aucune des
jouissances de ta vieMais ne laisse pas ces jouissances détruire et
mépriser mon souvenirSois heureux, sois aimé, comment ne le serais-tu
pas?Mais garde-moi dans un petit coin secret de ton
coeurEt descends-y dans tes jours de tristessePour y trouver une consolation ou un
encouragement
Aime aurant qu'on maltraiteAime pour tout de bonAime une femme, jeune et belleEt qui n'ait pas encore aimé
Ménage-la, et ne la fait pas souffrirLe coeur d'une femme est une chose si délicate
Quand ce n'est pas un glaçon ou une pierreJe crois qu'il n'y a guère de milieuEt il n'y en pas non plusDans ta manière d'aimer
Ton âme est faite pour aimer ardammentOu pour se désécher tout à faitTu l'as dit cent foisEt tu as eu beau t'en dédire
Rien, rien n'a effacé cette sentence-làIl n'y a au monde que l'amourQui soit quelquechosePeut-être m'as-tu aimé avec hainePour aimer une autre avec abandonPeut-être celle qui viendraT'aimera-t-elle moins que moiEt peut-être sera-t-elle plus heureuseEt plus aimée
Peut-être ton dernier amourSera-t-il le plus romanesque et le plus jeuneMais ton coeur, mais ton bon coeur, ne le tue
pas je t'en prieQu'il se mette tout entier dans tous les amours
de ta vieAfin qu'un jour tu puisse regarder en arrière et
dire comme moi "J'ai souffert souvent, je me suis trompé
quelques fois... mais j'ai aimé"

Rabu, 04 Februari 2009

after 20 years

31 Januari 2009 temen2 seangkatan di SMA 1 Klaten, yg saat ini kebetulan domisili di Jakarta ngadain reuni di rumah salah satu temen di daerah Rawamangun. Tak terasa 20 tahun berlalu setelah aku lulus SMA (1989).



Ketemu temen2 SMA setelah 20 tahun rasanya sangat menyenangkan dan benar2 tak terduga. banyak sekali perubahan dalam waktu sepanjang itu--yang jelas dah pada jadi bapak2 n ibu2--, namun juga masih terlihat kesamaan dengan 20 tahun lalu yaitu sikap kekanak2an mreka ketika berkumpul, ledek2an, plus ketawa-ketawa. waktu di sekolah ada yang ga kenal (gak sekelas soalnya) eh ketika reuni justru akrab n bisa ngobrol2...


Its a great moment meet old friends.

Selasa, 03 Februari 2009

all my life

Sepanjang Hidupku
(by: PILOT)
dengan dirimu kini ku bahagia
tak henti kau berbagi canda tawa
hilangkan gairah lelah hatiku
hadirmu mengubah arti hidupku

jadikan aku tawanan cintamu
ku serahkan seluruhnya untukmu
ku penuhi semua yang kau inginkan
tiada yang penting selain dirimu

sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu
di setiap waktu, di setiap waktu
sepanjang hidupku tak ku relakan dirimu
tuk tinggalkan aku, tuk tinggalkan aku

sejuk kasihmu sampai ke tulangku
hingga detak jantungku kan berhenti
senyum manismu sinari hatiku
tulus setia cintaku hanya untukmu

Thx buat "Pilot" yg dah kirim lagu itu, gundah yang kurasakan sedikit terobati setelah dengerinnya.

Senin, 19 Januari 2009

parle francais

kemarin jalan2 ke toko buku, lihat sana-sini tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah kamus bahasa Perancis, bentuknya kecil n lucu--kamus saku gitu--dengan sampul plastik warna merah muda n merah tua ada segaris warna biru pas banget (orang Sunda bilang resep), di dalemnya ada gambar menara Eiffel lagi, karena tertarik aku beli deh, harganya hanya Rp29.500.
sebenarnya bukan hanya krn kamusnya yang lucu, tapi belakangan ini aku lagi tertarik mempelajari bahasa Perancis. Waktu SMA dulu , di kelas 2 ma 3 sebenarnya pernah mendapatkan pelajaran bahasa Perancis, tapi biasalah namanya pelajaran sekolah lebih mentingin grammar jadi kelihatan sulit banget (emang sulit sih ya) ditambah gurunya --Monsieur Sugito--ngajarnya ga menarik, pas jam terakhir lagi--ngantuk ka?-- duh semakin males aja ngikutin pelajaran itu, padahal aku tertarik n suka ama bahasa asing termasuk Perancis sejak dulu juga. Akhirnya setelah lulus SMA sampai skrg hanya jadi harta karun terpendam aja (maksudnya ga pernah dipelajari lagi..hee..hee), tapi akhir-akhir ini aku kembali tertarik untuk bisa menguasai bahasa itu. Mungkin karena sekarang memiliki "partner" bicara jadi tertantang lagi untuk belajar bahasa Perancis. Meskipun hanya memahami kata per kata jika dia bicara or nulis pake bahasa Perancis, tapi lumayan juga buat ngingetin lagi yang dulu (20 tahun) pernah dipelajari.

Senin, 12 Januari 2009

puisi pencerahan


Malam ini aku baca puisi2 karya Yoga (penjual nasi angkring yang berjuang untuk tetap kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Semarang) yg dimuat di Kompas.com, isinya banyak menyoroti persoalan sosial di masyarakat, ada sesuatu yang menyeruak dalam diriku. syair2 itu seperti menjadi obat (bener-bener obat) aku yang beberapa hari ini gelisah, badan terasa sakit semua, tiba-tiba ada energi yang mengalir dalam diriku, ada beban yang terangkat dari dalam jiwaku. Tulisan2 dia menyadarkanku selama ini aku terlalu melihat ke dalam diriku dan inilah yang menjadikanku terbelit dalam persoalan yang sebenarnya sangat sepele dan tidak semestinya membuatku selalu resah hingga badan tak nyaman. Banyak kejadian dunia di luar sana yang masih lebih penting untuk dipikirkan daripada terbelenggu dengan bayangan yang berputar-putar dalam otak sendiri, banyak keindahan yang bisa diperoleh dengan membuka jendela hatiku untuk melihat dunia sekeliling yang masih luas daripada terkungkung dalam dunia sempit bagai labirin di malam hari. Tak semestinya aku terpuruk dalam duniaku sendiri sementara dunia luar meminta diriku untuk menengoknya. Aku seperti mendapatkan pencerahan baru dalam memandang pergolakan di dalam jiwaku. Aku juga mendapatkan penawar "racun" yang menjalari urat-urat nadiku selama ini. Thanx bro, you've give me a new power to get into the real world!

Sabtu, 10 Januari 2009

perempuan dan penjual buku


Jam 3 sore aku jalan ke Sabang (maksudnya Jalan Sabang) untuk cari makan siang. pengen banget makan soto Kudus (aku suka banget dengan makanan ini), lumayan satu porsi dah kenyang n badan jadi hangat. selain diriku, ada sepasang laki perempuan juga makan warung soto langgananku itu.
Pas lagi tengah makan, masuklah seorang lelaki penjual buku-buku bacaan dan langsung menawarkan barang daganganya pada pasangan yang lagi makan itu. Ditunjukkanlah berbagai judul novel seperti tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, hingga Maryamah Karpovnya Andrea Hirata, Ketika Cinta Bertasbih, novel2 terjemahan, kamus2 bahasa asing maupun Alquran.
Si perempuan melihat novel Edensor.
"berapa harganya pak," tanyanya.
"Lima pulu (ribu)," ujar sipenjual buku.
Perempuan itu langsung menawar dengan harga yang sangat mengejutkanku. "20 ribu deh," katanya.
"gak bisa mbak. belum dapat," kata si penjual buku.
keduanya diam,. si penjual seperti mikir2 kemudian bilang " kurang dikit ya? saya cuma dapat 10 persen." kemudian disambung," 45 ya?."
"dua puluh," ucap perempuan itu tanpa ekspresi.
"Belum dapat," ujar bapak itu lagi.
sambil menyantap semangkok kecil soto kudus dengan cemilan telur puyuh pindang aku memperhatikan tawar-menawar tersebut. hatiku sempat bergejolak juga melihat perempuan itu begitu rendahnya menawar sebuah buku best seller di tanah air. "hanya 20 ribu,?" tanyaku dalam hati sambil memandang tajam ke perempuan itu seperti hendak mengatakan "tega amat sih."
Si penjual buku yang ternyata orang Jawa-- begitu juga perempuan itu juga dari Jawa (Jawa Tengah maksudnya)-- kemudian menurunkan harga bukunya menjadi Rp35 ribu, tapi si perempuan tetap pada pendiriannya Rp20 ribu.
"ya udah 25 ribu ya mbak," kata penjual buku itu dengan mimik memelas berharap calon pembelinya mau menaikkan tawarannya. "sebagai penglaris" sambungnya.
Lagi-lagi perempuan itu bergeming pada tawarannya Rp20 ribu. pikir punya pikir akhirnya penjual buku mengalah dan melepas Edensor Rp20 ribu sementara di toko Rp50 ribu.
Fantastis, pikirku. Aku pingin marah pada perempuan itu, karena dia menghargai karya sastra begitu rendah tapi sekaligus kagum juga dengan kemampuannya menawar. setelah menerima pembayaran dari perempuan itu penjual buku beralih kepadaku untuk menawarkan dagangannya. aku penasaran dan akhirnya membeli dua buku Sang Pemimpi dan Ketika Cinta Bertasbih 1 dengan harga Rp25 ribu dan Rp30 ribu masing-masing dapat potongan 50 persen dari harga yang tertera. Aku tak tega untuk menawar lebih rendah lagi.
Sesampai di kantor aku buka kedua buku tersebut dari plastik pembungkusnya. aku yang tadi ingin marah pada perempuan itu kini beralih kemarahanku pada si penjual buku......pantas saja buku-buku yang dijual hasil bajakan!! dia pantas menerima tawaran yang paling rendah karena ikut menjual barang hasil "curian"!!!.

Selasa, 06 Januari 2009

my N9500


aq ga tau apa yang terjadi dgnku, dari pagi kepalaku dah pusing aja, jantung berdegup terus, rasanya ga enak banget. Liputan ke Bappenas, sempet dikirimin transkrip lewat bluetooth ama angak Kontan ke komunikator...jam 1 liputan ke DKP. semua berjalan lancar. di saat penjelasan dari para narasumber di depan aku nglurain komunikator, yah lihat2, ga sadar aku taruh di meja. selesei acara buru2 doorstop ma para narasumber. kayaknya dah cukup deh untuk dpat berita banyak. Ke pressroom DKP ma temen2 ngobrol2 sekitar 20 menit.....oh my god! aku tersadar, komunikatorku tertinggal. aku segera kontak no komunikatorku dah ga aktif, padahal aku gak pernah matiin hp even tidur malam.

Balik lagi ke Lt 14 gedung belakang--liftnya lama lagi--ruangan dah dikunci ga da siapa2, cari yang bawa kunci, hampir 30 menit baru ketemu, akhirnya ruangan bisa dibuka....tapi...my 9500 has gone! siapapun yang nemuin aku harap mau balikin just memori cardnya aja gpp itu yang sngat penting!

Sabtu, 03 Januari 2009

KADO ISTIMEWA DI AKHIR TAHUN


Untuk kesekian kalinya Rere kembali mengambil handphone yang dari tadi hanya tergeletak di meja kecil di samping ranjang tempat dirinya merebahkan badan. "Aahh....." desisnya kecil sembari meletakkan kembali HP yang tak pernah dimatikannya itu.

Rasa kecewa terlihat di wajah anak itu, namun dia berusaha untuk tidak kecewa. "Mungkin besok pagi," pikirnya. Yah Rere sedang menunggu sebuah SMS dari orang yang dicintainya. SMS yang memberikan ucapan selamat karena hari ini usianya bertambah lagi satu tahun.

Setiap jam 00.00 memasuki tanggal 23 biasanya kekasihnya yang memang tinggal berlainan kota dengannya tak pernah kelewatan memberikan ucapan selamat ulang tahun melalui SMS bahkan langsung ditelpon.

Tak jarang kekasihnya ngerjain dirinya dengan mematikan HP seharian sehingga membuatnya kelimpungan karena tak ada kabar dari dia, sementara dihubungi juga tidak bisa. Namun malam harinya langsung dia mendapatkan kejutan menerima telpon yang ditunggu-tunggunya.

Bahkan dia masih ingat pada tahun lalu kekasihnya bener-bener membuat kejutan, karena setelah tidak ada kabar tiba-tiba muncul di kampusnya persis di depan pintu kelas saat dirinya masih mengikuti kuliah, sambil melambaikan tangan untuknya.

"Jam dua," bisiknya lirih. Tak ada tanda-tanda kekasihnya akan mengirimkan SMS untuk dirinya. Regita memejamkan mata untuk kemudian membiarkan dirinya melayang ke alam mimpi.

Keesokan harinya seperti biasa secara spontan dia melongok kembali layar telpon genggamnya, namun tetap seperti semalam, kosong. Tak ada satupun SMS dari sang kekasih. Ini hari sabtu dan dia tahu kebiasaan pacarnya yang sering bangun siang pada hari libur.

Regita segera melalui aktivitas hari sabtunya untuk ke kampus, dia tetap masuk karena ada kuliah tambahan dari dosen bahasa Inggris. Tepat jam 10.00 HPnya berbunyi,"akhirnya"...bisiknya sumringah membaca pengirim SMS adalah Ryan kekasihnya.

"Pagi sayang....dah bangun ya. Dah makan belum?". ternyata SMS seperti hari-hari biasa. rasa kecewa sedikit menggelayuti wajahnya. Rere bertanya dalam hati kenapa kekasihnya tidak mengirimkan ucapan selamat. apakah dia lupa atau sengaja mau bikin kejutan.

Dia ingin menanyakan itu ke pacarnya namun hatinya mengatakan biarkan dulu, masih ada waktu hingga nanti malam. Belum terlambat kok. Akhirnya setelah membalas SMS Ryan, Rere kembali pada aktivitasnya.

Tak terasa hari sudah akan berganti, special day untuk Rere tinggal 5 menit lagi namun lagi-lagi belum ada satupun ucapan selamat dari kekasihnya. Hanya SMS-SMS biasa seperti yang selalu dia terima setiap hari. Dia mengambil sikap untuk tidak mempertanyakan itu dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya meskipun rasa kecewa sempat menggelayuti hatinya.

Dua hari sudah berlalu dari tanggal 23 dan tak ada satupun ucapan selamat dari kekasihnya. Rere tak akan mempertanyakan itu, kalaupun kekasihnya ingat dan kemudian mengucapkan selamat biarkan saja itu terjadi tanpa dia ingatkan. Kalaupun dia lupa Rere akan menerimanya.

"Bip....bip....bip". Sebuah sms masuk dan segera dia membacanya. "Apa kabar?" isi SMS dari nomer yang tidak terlalu dihapalnya namun dia sedikit ingat si pengirim pernah dikenalnya. Yah, teryata dari Irma, teman sebangku di kereta ketika hendak sama-sama ke Jakarta dari Bandung tujuh bulan lalu. Setelah berbasa-basi dengan menanyakan kabar dan sebagainya, Irma yang selama ini tak pernah mengirim kabar ataupun sekedar SMS ke dia tiba-tiba bertanya, "Kamu kenal Ryan,?".

"Ryan mana? Banyak nama Ryan yang aku kenal" jawab Rere singkat. "Ryan Bandung," jawab Irma melalui SMSnya.

Rere terhenyak sebentar, dia mencoba berpikir apakah Ryan yang dimaksud adalah kekasihnya. Kalau memang dia, apa maksudnya Irma bertanya itu. "Ryan mana. Di Bandung kan banyak nama Ryan" tanyanya meyakinkan. "Ryan yang di FSnya 'sang pangeran' itu." kembali sebuah SMS meluncur dari Irma.

Rere semakin terheran, darimana Irma tahu dia kenal Ryan dan kenapa tiba-tiba dia menanyakan itu.

"Kamu kenal Ryan kan?" belum sempat Rere membalas SMS dari Irma sebelumnya kini sudah muncul SMS susulan."Seberapa jauh kamu kenal dia?" sambungnya lagi.

"Aku mengenal dia seperti kamu kenal dirinya," jawab Rere asal. Regita memang tidak suka ditanya tentang kehidupan pribadinya apalagi oleh orang yang tidak terlalu akrabnya.

"Jadi kamu mantannya Ryan?," SMS Irma beruntun bagaikan peluru yang ditembakan seorang prajurit di medan perang.

"Blaaarr.....,"rasa kaget menyeruak dalam pikiran Regita. Apa maksud Irma bilang seperti itu? Dia tergagap dengan pertanyaan itu. "Mantan?" bisiknya ternganga.

Rere sendiri heran, darimana Irma tahu hubungan dia dengan Ryan, tapi kenapa dia menyebut rere sebagai mantan Ryan? keduanya tidak pernah berkomunikasi meskipun saling kenal, toh karena kenal hanya sambil lalu di kereta. Apalagi sampai menceritakan kehidupan pribadinya kepada orang yang tak terlalu akrab dengan dirinya.

Rasa penasaran dan gelisah bercampur aduk dalam dada Rere. Rasa keingintahuannya mendadak menyeruak dan dia ingin kejelasan dari apa yang didengarnya baru saja. Tak puas dengan SMS Regita langsung calling Irma. "Darimana kamu tahu aku ada hubungan sama Ryan?" tanya Rere menyelidik.

"Dari testi yang dia kirim ke kamu, ucapan-ucapan yang dia berikan untuk kamu," jawaban pendek terucap dari mulut Irma.

"Testi yang dia kirim ke aku sepertinya biasa saja dan ga ada yang istimewa. Ucapan-ucapan itu juga dia kirimkan ke temen-temen FS lainnya," kata Rere memotong.

"Oke lah kalau aku salah orang sorry. Tapi aku cuma ingin memastikan bahwa kamu memang benar mantannya dia seperti yang dia ceritakan ke aku," kata Irma menimpali.

Rere bagaikan tertimpa runtuhan batu dari pegunungan. Apa yang diceritakan Ryan ke Irma? Jadi kekasihnya cerita ke Irma kalau dirinya adalah mantan Ryan?

Namun dia mencoba tak terpengaruh dengan apa yang didengarnya. Dia merasa mengenal Ryan begitu dalam. Dia tahu seperti apa sosok lelaki yang sudah empat tahun menjadi kekasihnya itu.

Ya Rere dan Ryan sudah menjalani pacaran sejak mereka kelas satu SMA hingga saat ini sudah berjalan empat tahun lebih. Selama itu pula dia tahu Ryan adalah sosok pria yang setia tak pernah mau berhubungan dengan yang lain bahkan sekedar untuk berteman saja. Ryan selalu beralasan menjalin pertemenan dengan orang lain bisa menjadi pintu untuk menuju perselingkuhan.

Dia juga tahu kekasihnya adalah anak rumahan yang tak pernah jalan-jalan dengan yang lain kecuali dengan temen-temen sekolah atau kuliahnya. Namun kini seolah-olah dia menjadi tidak mengenal sama sekali Ryan kekasihnya. Lelaki yang masih senang di manja itu tiba-tiba seperti menjadi asing baginya.

"Dia cerita kalau kalian pacaran saat SMA. Kamu adalah pacar pertamanya. Kamu adalah pacarnya saat di SMA. Kamu adalah mantannya," kata Irma.

"Oh ya?" ucap Rere lirih dengan bibir bergetar.

"Dia cerita, kalian pernah berantem di SJ Plaza. Bener kan,?" sambung irma lagi.

Apa yang diceritakan Irma tentang dia dengan kekasihnya ternyata benar semua, bahkan Rere tak menyangka kalao Ryan tega menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya kepada orang yang tak dikenalnya.

"Lalu ada hubungan apa kamu dengan Ryan?" tanya Rere dengan nada cemas.

"Aku memang seperti kamu. Aku juga mantannya Ryan." Irma menjawab singkat. "Aku pacaran dengan Ryan hanya tiga bulan, April sampai Agustus. Setiap hari kami selalu bertemu karena aku satu kampus dengan dia," ungkapnya panjang lebar. "Tapi aku tak tahu kenapa dia tiba-tiba mutusin aku." terbersit nada marah sekaligus sedih dari ucapan Irma.

"Jadi.....jadi....selama ini?" Rere terkesiap mendengar pengakuan Irma. Seribu pedang bagai menusuk jantungya, seribu godam bagai meremuk kepalanya, pandangannya berkunang-kunang. Tak kuasa menyangga badannya Rere limbung masih menggenggam telepon genggam di tangannya. "Hallo....hallo...." suara Irma dari seberang.

Pukul 06.00 pagi ponsel Rere bunyi. Matanya yang masih ngantuk membuatnya enggan untuk bangun namun dia segera ambil HP itu untuk ngelihat isi SMS. Tak terasa sudah semalaman dia tertidur.

Gambar seekor kelinci gendut membawa seikat mawar dengan taburan jantung hati meluncur ke HPnya. Di bawahnya tertulis "Kado Istimewa Untuk Kekasihku: Your love-Ryan".

Disusul SMS yang lain......"Hai sayang, met ulang tahun ya, semoga semua keinginanmu bisa terwujud dan mendapatkan semua yang terbaik untukmu. Meskipun telat namun doaku tulus, untukmu orang yang paling aku cintai." Sebulir air bening menetes dari pelupuk mata bulat Regita. Entah air mata keharuan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari kekasihnya atau air mata kesedihan justru di saat-saat istemawa untuknya dia mendapati sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Jumat, 02 Januari 2009

harapan 2009


2008 dah berlalu dan kini telah memasuki 2009, masih banyak rencana, keinginan, harapan, impian dan cita-cita yang belum terwujud hingga tahun lalu. Semua itu harus bisa diwujudkan pada tahun baru saat ini.
Karir:
sudah 10 tahun lebih kerja dibidang jurnalistik, tapi pengalaman perjalanan jurnalistik masih minim. bahkan dengan kondisi kantor yang seperti ini dunia jurnalistik ku tidak berkembang, tidak menemukan hal-hal baru sebaliknya terasa semakin sempit dan monoton. Kondisi ini harus dirubah. ada dua alternatif yang bisa dilakukan pada 2009 ini yakni dengan mencari perahu yang baru atau tetap di perahu lama namun berusaha mengembangkan diri sendiri.
Keuangan:
aku bersyukur hingga saat ini tak pernah mengalami persoalan yang berarti dengan keuangan. meskipun menurut perhitungan di jakarta gaji yang aku terima bisa dibilang pas-pasan tapi sampai saat ini tidak pernah sampai hutang sana-sini. Namun tak ada salahnya aku meningkatkan pendapatan, karena kebutuhan dan keinginan yang harus dicukupi pasti akan meningkat pula nantinya. pilihan yang bisa dilakukan pada 2009 yakni cari kerjaan sampingan yang ga ganggu kerjaan utama, nulis buku, instruktur jurnalistik or wirausaha (belum ketemu mo garap apa).

Kehidupan:
sampai saat ini (dah mo kepala 4) masih ngejomblo....yah, urusan yang satu ini emang gampang-gampang susah. Belum ada planning khusus pada tahun ini, masih tetap ingin ngejalanin hidup ini seperti kata hati. Sampai saat ini juga masih numpang sodara--dah 10 tahun lebih--rasanya kehilangan jatidiri n kesempatan diri untuk berkembang. Jika ingin mandiri n memiliki kebebasan mesti memiliki tempat tinggal sendiri, setidaknya triwulan I 2009 aku harus sudah mempunyainya.

Karya:
tahun kemarin pengin buat buku ini, buku itu tapi belum terlaksana juga. Pengin kirim artikel2/naskah cerita ke media massa namun tersendat-sendat mulu. Pengin kursus bahasa asing namun waktu sepertinya habis untuk kerjaan saja, padahal sepertinya sangat dibutuhkan penguasaan bahasa asing lain selain bahasa inggris. Tahun 2009 mesti diwujudkan semua itu. mesti ada paling tidak satu buku yang lahir pada tahun ini ikut kursus bahasa asing n nulis artikel untuk media massa.

Kesenangan:
dah lama (sejak masa sekolah) pengen punya biola n bisa mainkan alat musik ini, belum terwujud juga. sebelum pertengahan 2009 harus sudah punya. tak hanya punya dan bisa main biola, tapi hobi yang lain pun harus dikembangkan pada tahun ini. siapa tahu dari hobi jadi hoki:)