Kamis, 26 Juni 2008

married

Perkawinan, sebuah pilihan ataukan suatu kewajiban? Manusia dalam menjalani kehidupan, selalu melawati sejumlah tahapan, dari kelahiran, perkawinan hingga kematian. Karena merupakan salah satu tahapan yang harus dilewati dalam kehidupannya maka perkawinan sepertinya menjadi sesuatu yang wajib harus dilalui, atau dia menjadi sebuah "kewajiban", yang mau tidak mau harus dilakukan. Konsekuensi dari "kewajiban" inilah yang menjebak kita ke dalam kehidupan yang bisa jadi bukan milik kita tapi milik orang lain. Ketika seorang sudah masuk dalam usia yang dianggap layak memasuki gerbang pernikahan maka setiap orang akan merasa berhak untuk "mewajibkan" kita melaluinya. Namun tidakkah kita juga berhak untuk menentukan kehidupan kita? Bukankah kehidupan adalah sebuah pilihan dan kita bebas memilih untuk melalui tahapan-tahapan yang sesuai nurani kita?

Tidak ada komentar: