Sebuah bus angkot di Bandung ketika melintas di depan Stasiun Hall tiba-tiba berhenti karena ban belakang kempes. Si sopir yang kebetulan asli Bandung kemudian turun untuk mengecek dan berniat mengganti ban tersebut dengan ban cadangan. Cecep sang sopir berteriak kepada Karyo keneknya yang merantau dari Solo agar mengambilkan dongkrak untuk mengganti ban yang kempes tersebut.
Cecep: "Yo, Cakot teu dongkrak !"
Karyo: "Atos"
lima menit menunggu ternyata dongkrak yang diminta belum diberikan kembali Cecep berteriak: "Yo, Cakot teu dongrak!"
kembali Karyo menyahut; " Atos"!
Cecep yang dah 15 menit di bawah mobil kembali berterik lebih keras : "Yo, Cakot teu dongkrak euy!"
Kali ini Karyopun balas berteriak tah kalah serunya: " Edan, kamu atos, ngerti gak?!!
apa yang terjadi kemudian? Kedua orang sopir dan kenek yang tadinya bekerja dalam satu angkot tersebut berantem!
Cerita lain orang Sunda dengan orang Betawi.
Asep yang asli Garut bekerja sebagai penggali sumur di Jakarta. Suatu saat usai menggali sumur, dia hendak naik ke atas namun ketika hendak menginjakkan kakinya ke bibir sumur dia terpeles dan jatuh ke dalam sumur berkedalaman 20 meter dengan air setinggi 2 meter itu.
Di atas temennya Rojali yang asli Betawi berniat mengulurkan tali untuk menolong Asep yang sudah megap-megap di air karena tak bisa renang. "Gue kasih tali Sep, pegangin Ye!" teriak Rojali.
Dari bawah Asep menyahut: " Taraja!"
Rojali segera membalas: " Taraje gimane, emang lo mau berendem? Sekarang gue turunin nih tali!"
Kembali Asep berteriak: "Taraja!"
Rojali yang hendak menolong temannya jadi jengkel dengan jawaban si Asep. "eh..mau ditolongin kok taraje, taraje, ya udah kalo mo jadi kodok!" sungutnya sambil ninggalin kawannya yang gelagepan di dalam sumur.
di atas dua contoh komunikasi dua budaya yang berbeda. Satu kata bisa memiliki makna yang berbeda bagi dua budaya yang berbeda karena ketiadaan kesamaan paham maka yang terjadi kemudian justru kejadian fatal.
catatan:
"Cakot" menurut Cecep artinya "ambil" sedangkan bagi Karyo artinya "gigit" sedangkan "atos" dalam bahasa Sunda berarti "sudah" tapi versi Jawa adalah "keras".
"Taraja" menurut Asep yang asli Sunda adalah "tangga" sedangkan bagi Rojali yang betawi dari kata "bentar aja" ato "nanti saja"

1 komentar:
hahaa.... lucu juga posting lama nya
Posting Komentar