Selasa, 27 April 2010

last journey with parahyangan

Senja memerah di kota Bandung. 26 April 2010 tepat pukul 17.30 kereta api Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta meluncur meninggalkan stasiun. KA Parahyangan yang mengantarku dari Bandung menuju Jakarta bukan saja merupakan kereta terakhir untuk hari itu namun benar-benar menjadi kereta terakhir yang melayani perjalanan Bandung-Jakarta untuk selamanya.
Yah...., mulai 27 April 2010 KA Parahyangan yang telah menjadi andalan untuk mengantarkan warga yang hendak ke Bandung dari Jakarta ataupun ke Jakarta dari Bandung sejak 1971, harus menerima kenyataan untuk dihapuskan. Karena alasan merugi--sejak dibukanya tol Cipularang Jakarta-Bandung--hingga Rp36 miliar maka PT KA menghentikan operasi KA Parahyangan.
Lima tahun sudah aku menjadi salah satu pelanggan kereta api ini. Tentu saja karena tarif yang murah KA Parahyangan masih menjadi tumpuan bagi warga yang hendak bepergian ke Bandung ataupun ke Jakarta. Pada awal naik kereta ini sekitar 2004 tarif untuk kelas bisnis masih Rp20 ribu kemudian mengalami kenaikan menjadi Rp40 ribu dan setelah muncul persaingan dengan travel yang melintasi Tol Cipularang maka tarifnya kembali turun menjadi Rp30 ribu.
Hampir bisa dipastikan sebulan sekali aku menikmati perjalanan Jakarta-Bandung pp dengan menggunakan kereta ini. Tentu saja dengan segala kenyamanan maupun ketidaknyamanannya, namun aku tetap masih lebih memilih naik kereta karena masih bisa diperhitungkan ketika terjadi keterlambatan.
Kini Parahyangan tinggal nama, menjadi sejarah dan menambah deretan kereta api yang telah ditutup operasinya oleh pemerintah. Padahal kereta api merupakan andalah transportasi massa untuk masa depan. Pembukaan tol tak menjamin berkurangnya kemacetan bahkan ketika macet terjadi di jalan tol, Bandung-Jakarta bisa mencapai 4 jam, sementara dengan kereta tak mungkin terkena macet sehingga tetap bisa menempuh waktu 3 jam.
Kemarin menjadi perjalan terakhirku dengan Parahyangan, namun bukan menjadi akhir kenangan selama lima tahun ini dan akhir sebuah perjalanan kehidupan.........

Jumat, 09 April 2010

Resah

Sisa-sisa air hujan,
mengalir di punggung dedaunan,
ketika senja jatuh di pangkuan,
rasa ini semakin menggumpal dalam jiwa,
haruskah aku merutuki,
mencoba mencampakkannya,
karena duniapun enggan menerima,
ataukah...
tersenyum,

dan menggenggamnya,
karena ini adalah duniaku,
guratan ini kian mengeras.
tinggalkan ukiran,
di atas kalbu.....
cukupkah bulir-bulir bening,
di tengah malam,
menjadi tangga,
untukku menuju taman suci Mu....

jujur dan berani

Beberapa temenku---sebenarnya cuma dua sih--hehehe--selalu menanyakan kok blog ku jarang pernah di update. mereka pengin selalu tahu perkembanganku melalui tulisan-tulisanku. pertanyaan dari temen2 tersebut sedikit banyak membuatku senang juga, ternyata tulisanku ada juga yang membaca, walau hanya temen sendiri dan dua orang. selama ini aku berpikir tulisan2ku di blog hanya merupakan "onani" aja karena tidak akan ada yang membacanya.
Menjawab pertanyaan kenapa blogku jarang di update aku sering mengatakan, males atau lagi tidak ada ide atau sedang ga mood. Itulah jawaban simpel dan tidak menggoda untuk memunculkan pertanyaan lain.
Namun ketika chating dengan seorang teman dia bilang, untuk menulis di blog diperlukan keberanian dan kejujuran untuk mengatakan apa yang dirasakan dan dialami. Ehhm.........benarkah aku kehilangan mood ataupun ide nulis di blog karena kehilangan kejujuran dan keberanian dalam diriku?
Harus aku akui, sebenarnya untuk ide, aku tak pernah kehilangan untuk dituliskan, bahkan di otak ini setiap saat bersliweran gagasan untuk dituang dalam tulisan. Tapi entahlah kekuatan untuk menjadikannya sebuah tulisan di blog tiba-tiba hilang manakala aku sudah di depan komputer. Ada bisikan dalam hati, "gak perlu kau posting ini di blog", "ini bukan untuk konsumsi umum"......yah...seperti itulah. Inikah yang dinamakan takut menyampaikan kejujuran? Malu dengan diri sendiri? Ketidakberanian mengungkapkan perasaan? entahlah.....!
Yang jelas ada banyak di dalam benak ini yang harus dikeluarkan..... ararrggghhhhhhhhhhhhh!