Selasa, 31 Maret 2009

kembali

kembali aku harus
aku harus kembali
haruskah aku kembali

akhir maret

target2 yang aku tetapkan belum terwujud padahal 2009 sudah berlalu tiga bulan, mesti di tindaklanjuti lagi nih....

Minggu, 29 Maret 2009

caringin tilu

Caringin Tilu dalam bahasa Sunda berarti beringin tiga, merupakan sebuah kawasan bebukitan di kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Cimenyan. Sebagai tempat wisata jika dibandingkan Lembang di Bandung Utara atau Ciwidey di Bandung Selatan mungkin Caringin Tilu masih kalah pamor, namun sepertinya obyek wisata yang satu ini bisa jadi memiliki potensi sebagai salah satu tujuan wisata di tanah parahyangan ke depannya.
Kawasan Caringin Tilu sebenarnya memang bukan merupakan obyek wisata dalam artian benar-benar tempat berwisata seperti Tangkuban Perahu, Air Terjun Maribaya, Gua Dago, Kawah Putih Ciwidey ataupun Situ Patenggang yang benar-benar memiliki obyek untuk dikunjungi dan dilihat. Caringin Tilu hanyalah tempat nongkrong anak muda di bawah pohon beringin yang letaknya di pinggir kawasan perkebunan hortikultura.
Untuk menuju Caringin Tilu tidaklah sulit. Melalui jalan Padasuka, dekat terminal Cicaheum, selanjutnya tinggal menyusuri jalanan tersebut sampai kecamatan cimenyan hingga akhirnya tampak sebatang pohon beringin yang cukup besar di pinggiran bukit dengan ketinggian.....sepanjang perjalanan menanjak menuju pohon beringin tersebut akan disuguhi bebukitan yang dipenuhi tanaman sayuran serta akitivitas petani memelihara tanamannya.












Sesampai di kawasan yang disebut Caringin Tilu, terdapat warung-warung makan, yang sekaligus tempat duduk-duduk bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam pegunungan maupun menyaksikan kota Bandung dari ketinggian. Banyak muda-mudi, anak-anak maupun orang tua yang sengaja mendatangi tempat itu untuk sekedar refreshing sambil menikmati jajanan yang ada di warung-warung terbuat dari bambu dan papan tersebut.

Karena perut dah lapar apalagi memang waktu juga sudah siang, kami mencoba mencari makan di salah satu warung. Oleh pemilik warung ditawari menu makan siang berupa nasi merah, pepes ikan dan ayam, daun singkong yang direbus, tentu saja dengan sambelnya, serta tempe bacem.
Wah ternyata nikmat sekali menikmati makanan ala desa tersebut di tengah suasana pegunungan. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp39 ribu untuk berdua, sudah kenyang sekali. Setelah menikmati makan siang kami menuju lebih ke atas, untuk melihat pohon beringin satunya lagi, namun di situ tidak terlalu ramai. akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi refreshing di Caringin Tilu dan kembali ke Bandung, terus pulang ke Jakarta.